Alternatif Jika Tak Dapat BLT UMKM, Pemerintah Siapkan Bantuan Lain Senilai Rp2 Juta! Begini Infonya

  Pemerintah senantiasa memberikan atensi khusus kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.  Sejak merebak pada akhir tahun 2019 lalu, pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan telak pada perekonomian negara. Tersendatnya rotasi roda perekonomian karena pandemi itu akhirnya ditanggapi secara serius oleh pemerintah.

Alternatif Jika Tak Dapat BLT UMKM, Pemerintah Siapkan Bantuan Lain Senilai Rp2 Juta! Begini Infonya

Berbagai jenis program bantuan dianggarkan dan digelontorkan ke kalangan masyarakat yang membutuhkan.Program-program tersebut juga tersegmentasi, jadi setiap kalangan akan mendapatkan porsi bantuan yang tepat dan sesuai.

Selain sejumlah bantuan Prakerja, BLT subsidi gaji, PKH, BLT UMKM, ada juga bantuan untuk keluarga miskin melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Hingga saat ini, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif total sebesar Rp47 miliar pada tahun 2020 kepada lebih dari 23 ribu penerima.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan melalui KUBE, anggota kelompok yang merupakan keluarga miskin dapat berjejaring dan mengembangkan potensi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Juga : Mulai Januari Insentif Guru Honorer Rp1 Juta Per bulan

Baca Juga : Segera Cek NIK di KTP Anda untuk Dapatkan Dana APB Rp 1 Juta dari Pemerintah! Ini Caranya

Dengan demikian, KUBE dapat menjadi saluran yang tepat untuk menyasar masyarakat Indonesia yang paling terdampak pandemik Covid-19

“Pandemi Covid-19 berdampak cukup besar tidak hanya pada sektor kesehatan namun juga sektor ekonomi. Beragam bantuan sosial pemerintah diharapkan dapat membantu ketahanan ekonomi keluarga prasejahtera agar mereka dapat melalui kondisi yang sulit ini,” katanya Senin 23 November 2020 seperti dikutip dari website resmi Kemensos.

Jumlah bantuan usaha ekonomi produktif kepada setiap KUBE ditentukan berdasarkan jumlah anggota KUBE. Perhitungannya adalah jumlah anggota KUBE dikalikan Rp2 juta. Jika masing-masing KUBE memiliki anggota sebanyak 10 orang, maka setiap KUBE mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta.

Keberadaan KUBE, lanjut Mensos, merupakan bagian dari upaya pemberdayaan sosial untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat prasejahtera dari dampak Covid-19.

Ia berharap melalui KUBE aktivitas ekonomi masyarakat prasejahtera dapat terus berjalan, dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka dapat ditingkatkan secara kreatif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama mengungkapkan jenis usaha KUBE sangat beragam. Seperti usaha pembuatan tempe, pembuatan makanan khas daerah (dodol, keripik, kue, dll), warung sembako, konveksi (membuat baju, jilbab, mukenah, dll), peternakan ayam, peternakan kambing, dan lain sebagainya.

KUBE yang bergerak di bidang sembako, kini telah berkembang menjadi e-Warong KUBE yang melayani para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako.

Program Sembako merupakan program bantuan pangan non tunai dari Kementerian Sosial di bawah Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin yang disalurkan kepada keluarga prasejahtera.

Penerima Program Sembako menerima bantuan uang sebesar Rp200 ribu per bulan untuk setiap penerima program.

Baca Juga : Cek Penerima Bansos, BPNT, dan BST Rp 500 Ribu Per KK Non-PKH di Aplikasi Ini dan Lapor via WA

Baca Juga : Hanya Bawa KTP dan Temui RT/RW Bantuan Pemerintah Rp 2,4 juta cair masuk rekening

Baca Juga : Segera Verval Ijazah Agar Bisa mendaftar Seleksi Guru Honorer menjadi Guru PPPK


Uang tersebut dapat dibelanjakan kebutuhan pokok di e-Warung KUBE.

“Penerima manfaat KUBE juga penerima manfaat Program Sembako. Jadi siklus uang bansosnya terus berputar di sana, dari KPM untuk KPM,” kata Dirjen. Dikutip dari Kemensos.go.id, berikut tahapan pengusulan Bansos KUBE dan syaratnya :

1. Perorangan, masyarakat, atau lembaga kesejahteraan sosial dapat mengusulkan proposal ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota melalui Kepala Desa;

2. Dinas Sosial Kabupaten/Kota melakukan verifikasi dan validasi calon penerima KUBE sesuai Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM);

3. Dinas Sosial Kabupaten/Kota mengusulkan proposal kepada Menteri Sosial melalui Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I dengan tembusan disampaikan ke Kepala Dinas Sosial Provinsi;

4. Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah I melakukan verifikasi dan validasi atas usulan proposal Dinas Sosial Kabupaten/Kota;

5. Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I menetapkan lokasi dan penerima KUBE;

6. Hasil penetapan lokasi dan penerima KUBE disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota;

7. Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) KUBE.

Apa Syarat KUBE?

1. Rumah Tangga Miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM);

2. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK);

3. Telah menikah dan/atau berusia 18 (delapan belas) tahun sampai dengan 60 (enam puluh) tahun dan masih produktif;

4. Belum pernah mendapat bantuan KUBE;

5. Membentuk kelompok beranggotakan 5 sampai 20 orang yang tinggal berdekatan dan berdomisili tetap;

6. Mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat.

Baca Juga : Seleksi CPNS 2021 Akan Segera Diumumkan, Simak Informasinya

Belum ada Komentar untuk "Alternatif Jika Tak Dapat BLT UMKM, Pemerintah Siapkan Bantuan Lain Senilai Rp2 Juta! Begini Infonya"

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Recent Posts Label

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel